>

Museum Becak Indonesia

Sekilas Mengenai Museum Becak Indonesia


penghargaan muri
Museum Becak tidak hanya akan bercerita tentang sebuah moda transportasi
tradisional dengan bentuknya yang unik yang digerakkan oleh tenaga manusia. Ia tidak akan sekedar bercerita tentang serangkaian benda-benda yang terdiri dari logam, kayu, karet dan plastik yang dirangkai menjadi sebuah struktur bangun sebuah kendaraan, akan tetapi juga akan bercerita tentang profesi manusia yang telah digeluti hampir satu abad lamanya.

becak surabaya
Tukang becak atau abang becak dengan segala resikonya dimana ia mempertaruhkan jiwa raganya mengantarkan setiap penumpang untuk sampai ke tujuan. Dengan penuh rasa tanggung jawab ia menjaga dan melindungi penumpangnya dari berbagai ancaman yang ada di jalan raya, bahkan tidak jarang ia harus mempertaruhkan jiwanya demi keselamatan penumpang yang dibawanya.
Rata-rata tukang becak berada di bawah garis ekonomi menengah bahkan banyak dari mereka berada di garis merah ekonomi menengah. Dibelakang mereka berdiri anak-anak dan istri yang setiap pagi mengantarnya di depan pintu.

becak anak-anak
Tatapan sayu mereka menjadi doa dan pengharapan penuh bahwa diambang petang nanti daengnya / abangnya akan pulang dengan membawa uang untuk hidup esok hari. 
Becak telah ikut andil dalam dinamika pertumbuhan sebuah kota, memperlancar mobilitas warga dan memutar roda ekonomi. Namun kemudian secara perlahan-lahan peran dan fungsinya tergeser oleh kemajuan yang ada, terdesak ke pinggiran oleh moderenisasi. Kini ia dikenai larangan untuk beroperasi di tengah kota, bahkan dilarang beroperasi sama sekali dengan alasan tidak layak lagi dipertahankan.

Becak kian semakin hilang dari pandangan kita. Selain jumlah becak yang semakin sedikit, juga masyarakan semakin dimanjakan oleh alat transportasi bermesin. Para abang becakpun banyak yang beralih profesi. Maka tidak menutup kemungkinan suatu waktu nanti becak hanya akan menjadi sekedar cerita saja. Maka saat ini biarlah MUSEUM BECAK INDONESIA yang bicara.